Minggu, 07 Oktober 2012

Perilaku Etika dalam Bisnis


NAMA        : INNE NUR HAMZAH
NPM           : 23209110
KELAS       : 4 EB 19

Perilaku Etika dalam Bisnis

·      Lingkungan bisnis yang mempunyai perilaku etika
Di dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi) mampu mengatakan yang benar itu benar, dll.
            Dengan adanya moral dan etika dalam dunia bisnis, serta kesadaran semua pihak untuk melaksanakannya, kita yakin jurang itu dapat dikurangi, serta kita optimis salah satu kendala dalam menghadapi era globalisasi dapat diatasi.
Moral merupakan sesuatu yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan etika bertindak sebagai rambu-rambu (sign) yang merupakan kesepakatan secara rela dari semua anggota suatu kelompok. Dunia bisnis yang bermoral akan mampu mengembangkan etika (patokan/rambu-rambu) yang menjamin kegiatan bisnis yang seimbang, selaras, dan serasi.     Etika sebagai rambu-rambu dalam suatu kelompok masyarakat akan dapat membimbing dan mengingatkan anggotanya kepada suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang harus selalu dipatuhi dan dilaksanakan. Etika di dalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam kelompok bisnis serta kelompok yang terkait lainnya.

·      Kesaling Tergantungan Bisnis dan Masyarakat
Sebagai bagian dari masyarakat, tentunya bisnis tunduk pada norma-norma yang ada pada masyarakat. Tata hubungan bisnis dan masyarakat yang tidak bisa dipisahkan itu membawa serta etika-etika tertentu dalam kegiatan bisnisnya, baik etika itu antara sesama pelaku bisnis maupun etika bisnis terhadap masyarakat dalam hubungan langsung maupun tidak langsung. Dengan memetakan pola hubungan dalam bisnis seperti itu dapat dilihat bahwa prinsip-prinsip etika bisnis terwujud dalam satu pola hubungan yang bersifat interaktif. Hubungan ini tidak hanya dalam satu negara, tetapi meliputi berbagai negara yang terintegrasi dalam hubungan perdagangan dunia yang nuansanya kini telah berubah. Perubahan nuansa perkembangan dunia itu menuntut segera dibenahinya etika bisnis. Pasalnya, kondisi hukum yang melingkupi dunia usaha terlalu jauh tertinggal dari pertumbuhan serta perkembangan dibidang ekonomi. Jalinan hubungan usaha dengan pihak-pihak lain yang terkait begitu kompleks. Akibatnya, ketika dunia usaha melaju pesat, ada pihak-pihak yang tertinggal dan dirugikan, karena peranti hukum dan aturan main dunia usaha belum mendapatkan perhatian yang seimbang.

·      Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Di dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah sebagai berikut :
1.        Pengendalian diri
2.        Pengembangan tanggung jawab sosial (social responsibility)
3.        Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya   perkembangan informasi dan teknologi
4.        Menciptakan persaingan yang sehat
5.        Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan"
6.        Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi dan Komisi)
7.        Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.        Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah
9.        Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
10.    Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.

·      Perkembangan Dalam Etika Bisnis
Diakui bahwa sepanjang sejarah kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah lluput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis dapat dikatakan seumur dengan bisnis itu sendiri. Perbuatan menipu dalam bisnis , mengurangi timbangan atau takaran, berbohong merupakan contoh-contoh kongkrit adanya hubungan antara etika dan bisnis. Namun denikian bila menyimak etika bisnis sperti dikaji dan dipraktekan sekarang, tidak bisa disangkal bahwa terdapat fenomena baru dimana etika bisnis mendapat perhatian yang besar dan intensif.
Etika bisnis mencapai status ilmiah dan akademis dengan identitas sendiri, pertama kali timbul di amrika srikat pada tahun 1970-an. Untuk memahaminya, menurut Richard De George, pertama-tama perlu membedakan antara ethics in business dan business ethics.
Di amerika serikat dan dunia barat pada umumnya ditandai oleh pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas penolakan terhadap establishment yang diperkuat oleh situasi demoralisasi baik dalam bidang polotik, sosial, lingkungan dan ekonomi. Pada saat ini juga timbul anti konsumerisme. Dengan situasi dan kondisi seperti ini, dunia pendidikan memberikan respon dengan cara yang berbeda-beda, salah satunya adalah memberikan perhatian khusus kepada sosial issue dalam kuliah manajemen.
Masa lahirnya etika bisnis terdapat dua faktor yang mendorong kelahiran etika bisnis pada tahun 1970-an. Pertama sejumlah filosof mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah sekitar bisnis dan etika bisnis sebagai suatu tanggapan atas krisis moral yang sedang melputi dunia bisnis di Amerika Serikat. Kedua terjadinya krisis moral yang dialami oleh dunia bisnis. Pada saat ini mereka bekerja sama khususnya dengan ahli ekonomi dan manejemen dalam meneruskan tendensi etika terapan. Masa eika bisnis melus ke Eropa, etika bisnis mulai merambah dan berkembang setelah sepuluh tahun kemudian. Hal ini pertama-tama ditandai dengan semakin banyaknya perguruan tinggi di Eropa Barat yang mencantumkan mata kuliah etika bisnis. Pada taun1987 didirkan pula European Ethics Nwork (EBEN) yang bertujuan menjadi forum pertemuan antara akademisi dari universitas, sekolah bisnis, para pengusaha dan wakil-wakil dari organisasi nasional da nternasional.
Masa etika bisnis menjadi fenomena global pada tahun 1990-an, etika bisnis telah menjadi fenomena global dan telah bersifat nasional, internasional dan global seperti bisnis itu sendiri. Etika bisnis telah hadir di Amerika Latin , ASIA, Eropa Timur dan kawasan dunia lainnya. Di Jepang yang aktif melakukan kajian etika bisnis adalah institute of moralogy pada universitas Reitaku di Kashiwa-Shi. Di india etika bisnis dipraktekan oleh manajemen center of human values yang didirikan oleh dewan direksi dari indian institute of manajemen di Kalkutta tahun 1992. Di indonesia sendiri pada beberape perguruan tinggi terutama pada program pascasarjana telah diajarkan mata kuliah etika isnis. Selain itu bermunculan pula organisasi-organisasi yang melakukan pengkajian khusus tentang etika bisnis misalnya lembaga studi dan pengembangan etika usaha indonesia (LSPEU Indonesia) di jakarta.

·      Etika Bisnis Dalam Akuntansi
Profesi akuntan publik bisa dikatakan sebagai salah satu profesi kunci di era globalisasi untuk mewujudkan era transparansi bisnis yang fair, oleh karena itu kesiapan yang menyangkut profesionalisme mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi yaitu: keahlian, berpengetahuan dan berkarakter. Karakter menunjukkan personality seorang profesional yang diantaranya diwujudkan dalam sikap dan tindakan etisnya. Sikap dan tindakan etis akuntan publik akan sangat menentukan posisinya di masyarakat pemakai jasa profesionalnya. Profesi juga dapat dirumuskan sebagai pekerjaan yang dilakukan untuk mendapatkan nafkah hidup dengan mengandalkan keahlian dan keterampilan yang tinggi serta dengan melibatkan komitmen pribadi (moral) yang mendalam. Untuk menegakkan akuntansi sebagai sebuah profesi yang etis, dibutuhkan etika profesi dalam mengatur kegiatan profesinya. Etika profesi itu sendiri, dalam kerangka etika merupakan bagian dari etika sosial. Karena etika profesi menyangkut etika sosial, berarti profesi (dalam hal ini profesi akuntansi) dalam kegiatannya pasti berhubungan dengan orang/pihak lain (publik). Dalam menjaga hubungan baik dengan pihak lain tersebut akuntan haruslah dapat menjaga kepercayaan publik.
Dalam kenyataannya, banyak akuntan yang tidak memahami kode etik profesinya sehingga dalam prakteknya mereka banyak melanggar kode etik. Hal ini menyebabkan menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap profesi akuntansi. Kondisi ini diperburuk dengan adanya perilaku beberapa akuntan yang sengaja melanggar kode etik profesinya demi memenuhi kepentingan mereka sendiri.
Dalam menjalankan profesinya seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi


SUMBER :
http://triyuono.blogspot.com/2011/11/tugas-perilaku-etika-dalam-bisnis.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

NAMA   : INNE NUR HAMZAH
NPM      : 23209110
KELAS  : 4 EB 19

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan 

• Pengertian Etika
      Istilah Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan. 
      Etika adalah seperangkat aturan atau norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dianut oleh sekelompok atau golongan masyarakat dan profesi. 
      Menurut para ahli, etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini:
 - Drs. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. 
- Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. 
- Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. 

• Prinsip-prinsip etika 
      Prinsip- prinsip perilaku professional tidak secara khusus dirumuskan oleh ikatan akuntan Indonesia tapi dianggap menjiwai kode perilaku akuntan Indonesia. Adapun prinsip- prisip etika yang merupakan landasan perilaku etika professional, menurut Arens dan Lobbecke (1996 : 81) adalah :  
1. Tanggung jawab : Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional dan pertimbangan moral dalam semua aktifitas mereka.  
2. Kepentingan Masyarakat : Akuntan harus menerima kewajiban-kewajiban melakukan tindakan yang mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada professional.  
3. Integritas : Untuk mempertahankan dan menperluas kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab professional dan integritas.  
4. Objektivitas dan indepedensi : Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesioanal. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan public harusbersikap independen dalam kenyataan dan penampilan padawaktu melaksanakan audit dan jasa astestasi lainnya. 
5. Keseksamaan : Akuntan harus mematuhi standar teknis dan etika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik.

• Basis Teori Etika  
a. Etika Dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.  
b. Deontologi Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa   perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.  
c. Teori Hak Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.  
d. Teori Keutamaan (Virtue) Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. 

 • Egoism 
      Istilah "egoisme" berasal dari bahasa Yunani yakni ego yang berarti "Diri" atau "Saya", dan -isme, yang digunakan untuk menunjukkan filsafat. Dengan demikian, istilah ini etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme. Egoisme merupakan motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya adalah "egois". Lawan dari egoisme adalah altruisme. 
      Hal ini berkaitan erat dengan narsisme, atau "mencintai diri sendiri," dan kecenderungan mungkin untuk berbicara atau menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme dapat hidup berdampingan dengan kepentingannya sendiri, bahkan pada saat penolakan orang lain. Sombong adalah sifat yang menggambarkan karakter seseorang yang bertindak untuk memperoleh nilai dalam jumlah yang lebih banyak daripada yang ia memberikan kepada orang lain. Egoisme sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme, irasionalitas dan kebodohan orang lain, serta memanfaatkan kekuatan diri sendiri dan / atau kecerdikan untuk menipu. 
      Egoisme berbeda dari altruisme, atau bertindak untuk mendapatkan nilai kurang dari yang diberikan, dan egoisme, keyakinan bahwa nilai-nilai lebih didapatkan dari yang boleh diberikan. Berbagai bentuk "egoisme empiris" bisa sama dengan egoisme, selama nilai manfaat individu diri sendirinya masih dianggap sempurna. 

SUMBER : 
http://triyuono.blogspot.com/2011/11/tugas-etika-sebagai-tinjauan.html 
http://romancetika.blogspot.com/2011/10/etika.html 
http://id.wikipedia.org/wiki/Egoisme

Sabtu, 30 Juni 2012

LIMITED COMPANY

Limited Liability Company , formerly referred to as Naamloze Vennootschaap (NV), is a partnership to run a business that has a capital consisting of shares, which has a part owner of shares owned. Because capital consists of stocks that can be bought and sold, changes in corporate ownership can be done without the need to dissolve the company. Limited liability company is a business entity and the amount of capital the company listed in the statutes. The company's assets separate from personal property owners that have their own property. Each person can have more than one share of company ownership proof. Shareholders have limited liability, which is as many shares they own. If the company's debt exceeds the company's assets, the excess debt is not the responsibility of the shareholders. If the company will gain profits are distributed in accordance with the provisions set forth. Shareholders will receive the profits, called dividends depending on the size of big-profit limited liability companies. Apart from the shares, capital of limited company can also be derived from the bond. Gains derived by the owners of the bonds is that they get a fixed rate regardless of the profit or loss is a limited liability company. Establishment of the mechanism of limited company To establish limited company, must be using the official deed (deed made by a notary) in which the listed names of limited liability, capital, business, business address, and others. This deed must be approved by the Minister of Justice and Human Rights Republic of Indonesia (formerly the Ministry of Justice). To obtain permission from the minister of justice, must meet the following requirements: * Limited liability company is not contrary to public order and morality * The deed of establishment meets the specified requirements of the Act * At a minimum issued and paid up capital is 25% of capital base. (in accordance with Law no. 1 of 1995 and Law no. 40 of 2007, both of the limited liability company) After receiving approval, before the existence of a Limited Liability Company Act (Law no. 1 in 1995) Limited Liability Company must be registered with the local Court, but after the enactment of Act NO. 1 in 1995, the deed must be registered with the Companies Registration Office (according to Corporate Registry Act of 1982) (in other words do not need to be registered at the Court, and subsequent developments but as Law no. 40 2007, registration obligations Companies Registration Office was abolished as well. while the stages of the announcement in the Official Gazette of the Republic of Indonesia (BNRI) remain valid, only that at the time of Law no. 1 1995, the announcement effect is incumbent Directors are concerned but in accordance with the Act NO. 40 of 2007 transformed into an authority / obligation of the Minister of Justice and human Rights. After the stage has passed the company was legitimate as a legal entity and limited liability company to be himself and be able to perform the covenants and corporate wealth is separate from property owners. Equity capital is the amount of capital included in the deed to the maximum amount when the shares issued. In addition to capital, limited liability companies are also contained in the subscribed capital, paid-in capital and paid capital. Capital placed a number of affordable to be included, which at the time of its founding is the amount supplied by the limited company founders. Capital paid-in capital is included in the company. Pay Equity is capital that is realized in the amount of money. The division of a limited liability company -Open limited company The Company opened a limited liability company that sells shares to the public through the stock market (going public). So the shares are offered to the public, be traded through the stock market and everyone is entitled to purchase shares of the company. -Closed limited company Enclosed is a limited liability company limited liability company whose capital comes from a specific community such as its shareholders only from relatives and family only or a limited circle and not sold to the public. -Blank limited company Blank is a company limited liability company existing business license and other licenses but no activity The division of powers in the PT In addition to limited liability company property and separate property owners of capital are also no separation between owners and managers of the company. The management company can be left to experts in the field (professional). The organizational structure consists of a limited liability company shareholders, directors, and commissioners. In limited company, the shareholders delegate authority to the directors to run and develop the company in accordance with the objectives and corporate business sectors. In connection with these duties, the directors authorized to represent the company, agreements and contracts, and so forth. In the event of loss of a very large (above 50%), the directors must report to the shareholders and third parties, and then sealed. Commissioner has a function as the supervisory board of directors of the company. Commissioner may examine the books, admonished the board, giving directions, even if necessary, dismiss directors by organizing the AGM to decide whether or not the board of directors will be dismissed. In the AGM / General Meeting of Shareholders, the shareholders of / smallest shares have the right to remove his voice. The meeting itself discussed the issues relating to performance evaluation and corporate policies that must be implemented immediately. If the shareholder is absent, he could throw his voice to another holder, called a proxy. The AGM is usually delegated to the commissioner to be forwarded to the directors to run. Fill in the GMS: * Determine the directors and the appointment of commissioners * Dismiss directors or commissioners * Setting the salaries of directors and commissioners * Evaluating the performance of the company * Decide on plans to increase / reduction in the company's stock * Define the company policy * Announced the distribution of profits (dividends) Forming a Limited Liability Company Advantages Main advantage of forming a limited liability company is: 1. Limited liability. Unlike a partnership, shareholders of a company has no liability for bonds and corporate debt. As a result, potential loss of "limited" can not exceed the amount they paid for the stock. Not only does this allow the company to implement in a risky business, but also form a limited liability basis for trading in company stock. 2. Eternal lifetime. Assets and corporate structure may be through a life of its shareholders, officers or directors. This causes the stability of capital, which can be invested in larger projects and in the time period is longer than the company's fixed assets can be subject to dissolution and distribution. Excess is also very important in the medieval period, when land donated to the Church (a corporation) that will not collect any fee that a feudal landlord can claim when the landowner died. For this, see Statute of Mortmain. 3. Management efficiency. Management and specialization enables the efficient management of capital to allow for expansion. And by putting the right people, the maximum efficiency of existing capital. And also the separation between managers and owners, so it looks duties and functions of each. Weaknesses Limited Liability Company Licensing and organizational complexity. To establish a limited company is not easy. In addition to the cost of not fewer, limited company is also a notary and special permits for certain businesses. Then with a big company, organization costs will come out very big. Not to mention the hassle and obstacles that occur in personnel levels. Relations between individuals are also more formal and rigid memorable. The things that should be the AGM approval, and that only a registered According to a Limited Liability Company Law No. 40 of 2007 things of the AGM is required to obtain authorization from the Minister of Justice and Human Rights are: 1. Change the name of the company and / or domicile of Perseroaan; 2. Purpose and Objectives as well as changes in business activity Perseroaan; 3. Changes Perseroaan establishment period; 4. Changes in the amount of capital base; 5. Changes in issued and paid up capital reduction and / or 6. Perseroaan changes from closed to open state or vice versa can also Meanwhile, the AGM is quite registered are: 1. The appointment and dismissal of Board 2. Issued or paid-up additions INNE NUR HAMZAH 23209110 3EB19

Rabu, 09 Mei 2012

DIALOG ISSUE

NAMA : INNE NUR HAMZAH NPM : 23209110 KELAS : 3 EB 19 TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS DIALOGUE TODAY ISSUE Mysterious Yaris driver who had shot two "military member" who is rumored to exist in the Yellow Ribbon group of motorcycle gang, his identity is still best knowledge, the Jakarta Police Public Relations said, yes his name just so natural that mysterious identity is unknown. I tried interviewed the Imaginary, and of course this is just fiction, not too be taken seriously. If the police do not know his identity, what are my only ordinary people. In my imaginary (MI) driver asked Yaris (PY) MI : What motivated you to shoot members of motorcycle gang . PY : I do not like his attitude sadistic motorcycle gang member who persecute those who are helpless . MI : You are a defender of truth and repellent crime ? PY : I am not ... ordinary people who have a conscience, and do not like to see an act of arbitrary . MI : Is it wrong motorcycle gang action . PY : yes definitely one you are dong ... how does this .. lest you also do not have a conscience. MI : If I were in your position .. I also will do the same thing .. but the problem we have law enforcement ... what better not to report it first . PY : That is if you report directly addressed .. if not how? I shot it for their purposes in order to stop the violence they do . MI : oh but it eventually fall victim too . PY : But what do they do it also brings the victim . MI : But why do not you run away and turned himself in to police . PY : If I do not run away I will be finished with them ... just as if I submit myself, then I will be snuffed out just as they are ... what ... could I be protected? MI : How long will you be mysterious . PY : until a time when the situation was enable... without being asked I would give myself . MI : well if you think so. So a bit of an imaginary dialogue with the Yaris driver that is considered mysterious, because it has fired two military member who happened to be in a gang Motor group. This dialogue is fictional outcome of imagination

SURAT PENOLAKAN

CONTOH SURAT PENOLAKAN March 22, 2012 to : PT. Sukses Abadi 22 Gandaria Indonesia 14235 Dear Sirs, We thank you for your offer to cooperate with our company. With the letter you send to us on March 10, 2012. And we've been visiting your site. After I discussed this with my boss. Your stationery will not match the tastes of our people. Maybe later, we will send a letter to you if we have a change of mind with the goods you offer. thank you Sincerely, Eternal Success Dept. NAMA : INNE NUR HAMZAH KELAS : 3 EB 19 NPM : 23209110

SURAT PENAWARAN

CONTOH SURAT PENAWARAN March 10, 2012 to : Eternal Success Dept. 79 tottenham Singapore Dear Sirs, Through this letter, let us introduce our company to you. Our company named PT. Sukses Abadi engaged in the Joint distributor stationery. According to the information we collect, Eternal Success Dept. is a property company that is growing rapidly and will open again several sales offices in Singapore. In this connection, let us offer some of stationery products that we market. Together with this letter we attach a list of items and their respective prices. We hope that this offer can proceed in a form of cooperation that benefits both parties. If Mr interested, we are ready to make presentations and conduct further discussed. And for more information, visit our website at nisa father in www.suksesabadi.co.id Thus we submit the offer letter, delivered thank you for your attention. Sincerely, PT Sukses Abadi Marketing Manager NAMA : INNE NUR HAMZAH KELAS : 3 EB 19 NPM : 23209110

Selasa, 24 April 2012

DIALOGUE

NAMA : INNE NUR HAMZAH NPM : 23209110 KELAS : 3 EB 19 TUGAS SOFTSKILL BAHASA INGGRIS DIALOGUE TODAY ISSUE Mysterious Yaris driver who had shot two "military member" who is rumored to exist in the Yellow Ribbon group of motorcycle gang, his identity is still best knowledge, the Jakarta Police Public Relations said, yes his name just so natural that mysterious identity is unknown. I tried interviewed the Imaginary, and of course this is just fiction, not too be taken seriously. If the police do not know his identity, what are my only ordinary people. In my imaginary (MI) driver asked Yaris (PY) MI : What motivated you to shoot members of motorcycle gang . PY : I do not like his attitude sadistic motorcycle gang member who persecute those who are helpless . MI : You are a defender of truth and repellent crime ? PY : I am not ... ordinary people who have a conscience, and do not like to see an act of arbitrary . MI : Is it wrong motorcycle gang action . PY : yes definitely one you are dong ... how does this .. lest you also do not have a conscience. MI : If I were in your position .. I also will do the same thing .. but the problem we have law enforcement ... what better not to report it first . PY : That is if you report directly addressed .. if not how? I shot it for their purposes in order to stop the violence they do . MI : oh but it eventually fall victim too . PY : But what do they do it also brings the victim . MI : But why do not you run away and turned himself in to police . PY : If I do not run away I will be finished with them ... just as if I submit myself, then I will be snuffed out just as they are ... what ... could I be protected? MI : How long will you be mysterious . PY : until a time when the situation was enable... without being asked I would give myself . MI : well if you think so. So a bit of an imaginary dialogue with the Yaris driver that is considered mysterious, because it has fired two military member who happened to be in a gang Motor group. This dialogue is fictional outcome of imagination